Sunday, May 24, 2015

Menambahkan EGM 2008 Geoid file di Software Pathfinder Office untuk digunakan di Trimble GNSS Receiver

POSSIBLE F.A.Q 

Mengapa memakai geoid ?

ya untuk memperoleh Ketinggian MSL (Mean Sea Level) atau orthometric height yang akurat. Referensi elevasi di GPS adalah Ellipsoidal Height, dikenal dengan istilah HAE (Height above ellipsoid), lihat gambar di bawah ini. 



Sebenarnya konsep Mean Sea Level dan Tinggi Orthometrik agak sedikit berbeda, karena Mean sea Level didefinisikan secara relatif, tergantung zona pasut di setiap daerah, sedangkan tinggi orthometrik didefinisikan berdasarkan model gravitasi, tapi untuk kepentingan praktis dianggap sama. Lagipula memodelkan bentuk bumi (geoid) yang sebenarnya sulit dilakukan (jadi tetap saja dipakai pendekatan tertentu, yaitu earth gravitation model). 

Emang gede ngaruhnya ?

Ya gede, sebagian besar wilayah indonesia selisih elevasi antara MSL dan HAE (height above ellipsoid) datum WGS-84 bisa mencapai 80 meter. 



Kan di GNSS atau GPS receiver udah ada pilihan MSL ?

Ya, tapi MSL-nya mereferensi kemana ? selama ini kita tinggal memakai tanpa pernah berpikir apa ada sesuatu di baliknya, Kemungkinan besar MSL yang digunakan di GPS receiver mereferensi ke geoid model EGM96, sedangkan model itu sudah diupdate ke model EGM08, bahkan BIG sudah membuat SRGI2013 yang disitu ada model Geoid untuk indonesia juga. 

Lalu relevansinya apa dengan membedakan MSL dan HAE?

Ya kalau dalam penerapannya konsisten menggunakan referensi yang sama ya ndak ada masalah, Contoh ketidakkonsistenan misalnya, dalam pekerjaan orthorektifikasi citra, DEM yang digunakan menggunakan elevasi menurut MSL, sementara elevasi GPS sebagai sumber GCP/titik ikat menggunakan HAE. Ya kacau, 


Oke, kalau begitu caranya gimana ?

Kalau untuk Handheld navigasi aku belum tahu ^_^ , ntar kalau ada waktu biar dieksplore, yang ini untuk handheld mapping/geodetic produk trimble. 



Link Tutorial disini ya : LINK. (Thanks to GEOLINE Consulting, Trimble official documentation is poor)

Data Model Geoid nya disini, LINK.  (bisa milih versi resolusi 1 menit atau 2.5 menit) 

Kalau link tutorial di atas mati, ini aku buat backupnya




Kalau link data di atas mati? maen aja ke tempatku, hehe, 

Wednesday, May 6, 2015

Calculating Volume From A Raster Data, PCI Geomatica style

Menghitung volume dari sebuah data raster (misalnya DEM) biasanya memerlukan beberapa tahapan yang hmm sedikit ribet. Tapi di software PCI Geomatica tidak seperti itu. Dengan kemampuan Spatial Modeler EASI/PACE kalkulasi volume dari data raster dapat dilakukan dengan mudah.

Berikut ini saya beri contoh kasus

Dirjen Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun sebuah bendungan di Trenggalek Jawa Timur dengan nama Bendungan Tugu. Daerah Genangan sudah dipetakan dan Pak Menteri ingin mengetahui volume genangan dari estimasi luasan genangan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan dan permasalahan tersebut, Badan Informasi Geospasial telah memberikan sebuah data DEM dari pemrosesan Citra SAR TerraSAR-X dengan resolusi spasial 8 meter. Lets Solve it in software PCI Geomatica!. Saya menggunakan PCI Geomatica versi tahun 2014. 


1. Pertama buka Geomatica Focus, dan munculkan layer DEM dan Polygon Genangan (Pastikan menggunakan cartesian coordinate system seperti UTM, world mercator, TM3 dll, jangan menggunakan geodetic coordinate system seperti Lintang bujur)


2, Buka Algoritm Librarian dari Menu Tools, kemudian cari tool POLY2BIT. Kita akan mengubah polygon genangan menjadi Masking Bitmap. Panggil kemudian set up input parameternya, contoh seperti gambar di bawah. (input adalah polygon genangan, dan bounding area di set ke polygon genangan juga).


3. Setelah diproses, kita akan mendapat masking bitmap seperti contoh di bawah ini. 


4, Untuk menghitung volume, kita kan menggunakan modul VLM di algoritm librarian, lokasinya ada di folder DEM Analysis. 


5. Panggil kemudian set up parameter input ke DEM dan mask area ke bitmap hasil operasi POLY2BIT. Kemudian di menu parameter atur juga parameter tambahan seperti resolusi spasial output, Elevation Step size dan Elevation Base for volume calculation. Elevation Step size adalah ukuran terkecil kenaikan/penurunan ketinggian di setiap piksel (untuk DEM TerraSAR/SRTM nilainya sebesar 1 meter). Elevation base for volume calculation menunjukkan ketinggian dasar dari genangan untuk menghitung volume (dari hasil pengamatan pada DEM, ketinggian terendah pada area genangan adalah 190 meter). Untuk report hasil kalkulasi, bisa ditampilkan dalam LOG, sebagai file TXT atau disimpan dalam file format PCI (PCIDISK), Pilih LOG untuk praktisnya. 



6. Berikut ini contoh hasil kalkulasi volume dalam satuan Kilometerkubik. 



Its so easy, mengenai penjelasan jenis2 volume, silahkan baca saja help-nya geomatica, mudah dipahami kok.


Cheers and See ya!.