Monday, December 22, 2014

ArcGIS Server, Optimizing Map Services part 2, Registering Data

Melanjutkan postingan yang lalu, sekarang saya akan membahas bagaimana cara meregistrasikan data spasial yang digunakan dalam sebuah Map Service.

Ada dua cara registrasi data spasial agar bisa dikonsumsi dan di-publish dalam bentuk Map Service di ArcGIS Server.

1. Upload Data to the Server

Fitur ini tersedia di ArcGIS Server versi 10 ke atas dan menjadi metode registrasi data secara default untuk ArcGIS Server 10 ke atas. Pada metode ini seluruh data di dalam MXD Project yang akan di-publish sebagai map service diupload ke dalam ArcGIS Server site. Prosesnya bisa dilakukan di ArcMap atau ArcGIS Server Manager. Dari menu file, klik Share As>Service.


Metode ini paling simpel tapi mempunyai beberapa kelemahan. Yang pertama, karena seluruh data dicopy ke Server, kita akan bermasalah dengan kapasitas storage server apabila services yang di-publish jumlah dan volume datanya besar. Selain itu proses upload bisa jadi cukup lama dan menguras bandwith dan memory baik server maupun client (bisa menyebabkan crash pada akhirnya). Data yang di-upload pun menjadi data mati, dalam artian jika kita meng-update data, perubahan tidak akan nampak pada Map Service karena data di server independen dan tidak tersinkronisasi dengan data di luar Server. Metode ini hanya layak digunakan apabila kita menggunakan cloud service untuk meng-hosting ArcGIS Server dimana kita tidak mempunyai pilihan lain selain meng-upload data ke Cloud.

2. Registering Data Sources. 

Metode kedua ini mempunyai pendekatan berbeda dengan metode upload. Daripada data di-upload ke server, akan lebih baik jika ArcGIS Server Site diberi akses ke dalam sebuah folder di dalam sebuah machine/network storage/server. Metode ini memperbaiki kelemahan data yang tidak tersinkronisasi, dimana kita dapat melakukan perubahan/update data di dalam data source (bisa folder, file/personal geodatabase, atau SDE geodatabase) dan perubahan tersebut akan langsung muncul di Map Service. Selain itu Server Site bisa langsung mengakses data ke Data Source sehingga kita tidak perlu khawatir dengan proses upload yang memakan waktu dan menguras memory.

2.1 Registering Folder, Personal/File Geodatabase

Data spasial yang tersimpan di dalam sebuah folder atau file/personal geodatabase dapat diregistrasikan ke dalam sebuah server site sehingga Map Service yang dibuat akan mengakses data ke folder teregister tersebut. Hal penting yang harus dilakukan dalam metode ini adalah lokasi penyimpanan data harus dapat diakses oleh setiap machine/server/storage yang terlibat di dalam server site. Untuk itu, folder tersebut harus di-share kepada Windows Account dari ArcGIS Server site. Setelah di-share, registrasi bisa dilakukan di ArcGIS Server site di menu Site>Data Store>Register Folder. Jangan lupa klik Validate All.



Untuk proses publishing service sama dengan metode upload data dimana data di dalam folder dipanggil di ArcMap, kemudian dilakukan simbolisasi, simpan MXD lalu publish As Service.

2.2  Registering SDE Geodatabase

Registering folder dalam beberapa hal memang cukup efektif untuk berbagai kepentingan publishing Map Services, tetapi metode ini bukan tanpa kelemahan. Yang paling utama, karena proses sharing folder dilakukan di OS account level, maka akses ke data pun masih terbatas karena setiap client yang mengakses harus berada di dalam satu domain/local network agar bisa mengakses data di level OS authentication. Untuk client di level aplikasi webGIS dan jaringan publik/internet tentu tidak bisa mengakses data, karena OS-nya tidak terdaftar di dalam domain/network dari server. Oleh karena itu, untuk kepentingan publishing Map Services yang bersifat publik/internet akan lebih baik jika data yang di-publish disimpan di dalam sebuah SDE geodatabase dalam sebuah DBMS yang diinstal di Server. DBMS yang lazim digunakan antara lain PostgreSQL, Microsoft SQL Server dan Oracle. Dengan menggunakan DBMS maka koneksi dan otontifikasi bisa dilakukan di level Database User yang memungkinkan client di internet dapat mengakses data sesuai dengan privileges-nya. Proses registrasinya sama dengan registrasi folder, hanya yang digunakan adalah register Database.