Monday, February 10, 2014

Membuat SDE Geodatabase Menggunakan Microsoft SQL Server Express 2012 pada ArcGIS 10.2

Membuat SDE geodatabase memiliki banyak keuntungan dibanding hanya menggunakan file geodatabase atau personal geodatabase. SDE geodatabase memungkinkan kita untuk melakukan multi user editing alias editing data spasial pada waktu yang bersamaan oleh banyak user (baik melalui desktop client/arcmap maupun web client/arcgis viewer for flex/javascript/silverlight). Untuk membuat SDE geodatabase, kita memerlukan DBMS (database management system). Pilihan yang tersedia antara lain Microsoft SQL Server, PostGreSQL, informix, oracle, dan beberapa lainnya.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan instalasi SDE geodatabase menggunakan Microsoft SQL Server 2012 Express dan ArcGIS 10.2 .

Untuk lebih memahami konsep database server and client, idealnya percobaan ini dilakukan menggunakan dua komputer yang terhubung melalui jaringan. Satu komputer bertindak sebagai server, dan yang lain sebagai client. Tapi ini tidak harus, dengan satu komputer pun sudah bisa. Namun dalam percobaan ini saya menggunakan dua komputer. Satu komputer sebagai server dengan alamat IP 10.10.1.125 dan satu komputer lagi sebagai client.

Important Notes!!!!
Matikan semua firewall dan proxy baik di komputer client maupun server untuk memudahkan pembelajaran. Atau kalau anda mahir melakukan firewall blocking exception lakukan unblocking port 1433 (port default SQL Server) agar client bisa mengakses server.  


A. DOWNLOAD MICROSOFT SQL SERVER 2012 EXPRESS dan ArcGIS 10.2 

1. Untuk ArcGIS 10.2, silahkan download versi trial dari situs ESRI . Anda harus membuat akun terlebih dulu, cara instalasi ArcGIS tidak dibahas disini karena sudah banyak postingan blog yang menjelaskan tentang itu. Selain itu caranya sendiri juga relatif gampang.

2. Install ArcGIS 10.2 di komputer Client. 

3. Download  SQLEXPRWT_x64_ENU.exe dari situs Microsoft. Kemudian simpan di komputer server (10.10.1.125) dan komputer client.  Jika Server anda menggunakan windows 32 bit, download installer yang versi 32 bit. 



B. SET UP MICROSOFT SQL SERVER 2012 EXPRESS DI KOMPUTER SERVER

1. Klik 2x SQL Server installer yang anda download, tunggu ekstraksi sampai selesai.

2. Dari menu instalasi utama, pilih New SQL Server stand-alone installation untuk membuat database instance yang baru. 


3. Accept the license terms, kemudian klik next

4. Di menu pilihan apakah akan memasukkan update, uncheck include SQL Server product updates   Update bisa dilakukan nanti.


5. Di pilihan Feature Options,  cek pilihan Database Engine Services dan Management Tools - Basic . Pilihan Direktori biarkan default. Contoh lihat gambar di bawah. Klik Next



6. Di Menu Instance Configuration Dialog, di Instance Name isi dengan "SDEDB" atau nama lain terserah anda. Instance ID biarkan sama dengan nama instance. klik Next.


7. Di menu ini biarkan saja seperti default, klik Next.



8. Di Menu Database Engine Configuration, Server Configuration, pilih Mixed Mode agar anda bisa melakukan koneksi baik via database maupun via windows account. Masukkan password untuk "sa" account. Akun ini merupakan akun super administrator dari database. Akun ini memiliki peranan penting apabila anda ingin mengelola database menggunakan SQL Server Management Studio dan ArcCatalog. Buat password complex (kombinasi karakter, huruf, kapital,angka) untuk akun "sa". Klik Next, tunggu sampai instalasi selesai.



9. Tahap berikutnya adalah mengatur agar client nanti bisa mengakses database yang disimpan dalam server. Buka SQL Server Configuration Manager dari Start Menu/All Programs/Microsoft SQL Server 2012/SQL Server Configuration Manager. Lakukan Enabling TCP/IP di menu SQL Server Network Configuration, seperti gambar di bawah.



10. Jalankan juga SQL Server Browser, dengan cara klik kanan, pilih Start. Kemudian lakukan restart SQL Server dengan cara klik kanan SQL Server (SDEDB) pilih restart,




11. Demikian proses instalasi SQL Server untuk komputer server.




C. SETUP MICROSOFT SQL SERVER 2012 EXPRESS DI KOMPUTER CLIENT

1. Setup SQL Server di client diperlukan untuk memastikan komputer client dan software client mempunyai library yang cukup untuk mengakses database di server. Biasanya kalau ada perbedaan versi antara client dan server, koneksi tidak bia dilakukan.

2. Ulangi langkah 1 sampai 4 di bagian B diatas di komputer client.

3. Di pilihan Feature Options,  cek pilihan Client Tools Connectivity, Client Tools Backward Connectivity, SQL Client Connectivity SDK  dan Management Tools - Basic . Pilihan Direktori biarkan default. Contoh lihat gambar di bawah. Klik Next


4. Lanjutkan klik Next Sampai Instalasi selesai.


D. MEMBUAT SDE GEODATABASE

Tahap berikutnya kita akan mencoba membuat SDE Geodatabase dari Komputer Client

1. Buka ArcCatalog 10.2

2. Buka ArcToolBox>Data Management Tools>Geodatabase Administration>Create Enterprise Geodatabase Tool

3. Di Menu Database Platfrom pilih SQL Server, di menu Instance masukkan nama komputer server atau IP dari komputer server backslash SDEDB (lihat gambar).  Di pilihan Database, masukkan nama database yang akan dibuat, di menu database administrator, masukkan password akun "sa" yang tadi dibuat di langkah B.8 . centang pilihan SDE Owned Schema. Di Geodatabase Administrator Password, isikan password untuk geodatabase yang akan dibuat. kemudian masukkan lokasi authorization file dari ArcGIS Server 10.2. Klik OK, SDE database akan dibuat.



4. Demikian proses membuat SDE Geodatabase.



E. KONEKSI SDE GEODATABASE

1. Dari menu Catalog Tree di ArcCatalog, expand pilihan Database Connection kemudian pilih Add Database Connection.



2. Di pilihan Database Platform pilih SQL Server, di menu instance ketikkan nama server\sdedb atau IP address\sdedb. Kemudian di pilihan authentication pilih database authentication, masukkan user name "sde" dan masukkan password yang dibuat di Geodatabase Administrator Password di langkah D.3. ArcCatalog akan melakukan koneksi, apabila koneksi berhasil, list database dari instance SDEDB akan muncul di kolom database seperti gambar di bawah. Klik OK


3. Koneksi selesai dilakukan, anda dapat melanjutkan dengan membuat feature dataset, feature class dan fitur lain dari geodatabase, dengan kemampuan multiuser editing yang dapat diakses dari client manapun. Terlebih apabila server anda online. 

4. Contoh koneksi yang berhasil seperti gambar di bawah 




Semoga bermanfaat. :D