Wednesday, February 26, 2014

Download Data Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+, Landsat 8 OLI/TIRS dari Data Catalogue LAPAN

Bagi para penggiat, praktisi, pengguna, akademisi dan peneliti yang berkecimpung di dunia penginderaan jauh, dan geosciences pada umumnya, ada kabar baik. Saat ini LAPAN sebagai instansi pembina penginderaan jauh di Indonesia telah menyediakan data Landsat 5 sampai 8 yang mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat diunduh secara cuma - cuma. Portal tersebut dapat diakses dari alamat web INI. Data yang tersedia disana sejauh yang sudah saya cek berisi data Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+ dan satelit Landsat generasi terbaru yang diluncurkan tahun lalu yaitu Landsat 8 OLI/TIRS. Data yang tersedia berkisar dari perekaman tahun 2009 sampai perekaman terbaru 2014. Adanya portal data spasial ini tentunya dapat menambah sumber layanan data Landsat yang sebelumnya hanya tersedia dari GLCF, EarthExplorer, dan Glovis

Sebenarnya saya sudah tahu keberadaan portal ini sejak desember 2013 dimana pada saat itu portal ini sudah dipresentasikan oleh Ibu Dwikorita dari LAPAN pada acara Serah terima Data Penginderaan Jauh resolusi tinggi untuk K/L/I di Indonesia, namun pas saya coba proses query-nya berjalan lambat dan tidak memunculkan data apapun. Sehingga saya berpikir mungkin portal ini masih dikembangkan. Baru pada minggu ini saya cek lagi query dan download data sudah berjalan lancar sehingga saya rasa perlu untuk di-share dan dimanfaatkan sebaik - baiknya oleh masyarakat Indonesia. 

Salah satu hal menarik dari data Landsat yang disediakan oleh LAPAN adalah ketersediaan data Landsat format RCC (Raw Computer Compatible) dan format MD. Format RCC sejauh yang saya dapat infonya dari situs INI, merupakan format Raw data Landsat yang diunduh dari satelit langsung. Karakteristik format RCC ini antara lain selain belum dikoreksi radiometrik dan geometrik, adalah datanya masih belum di-clip atau dipisah berdasarkan Path dan Row. Jadi masih berupa strip image yang panjang (lihat gambar di bawah). Sehingga tentunya data ini akan menguntungkan karena kita bisa mendapat data dalam wilayah yang luas dan seamless (tidak harus memosaik citra dari path/row berbeda) dan bisa meminimalisir perubahan kualitas radiometrik sebagai akibat proses mosaicking. Untuk software yang dapat membaca format RCC sejauh ini saya belum tahu (dan akan segera mencari tahu) dan untuk format MD saya belum tahu banyak mengenai karakteristiknya. Mungkin yang tahu bisa beropini di kolom komen :D



Demikian, semoga bermanfaat :D

Friday, February 21, 2014

MEMBUAT HILLSHADE TINTING BERBASIS CITRA SATELIT MENGGUNAKAN ER MAPPER

Dalam pembuatan peta hillshade, seringkali kita menggunakan pewarnaan (color mapping) berdasarkan ketinggian untuk lebih menekankan kesan topografi dan perbedaan elevasi. Secara kartografis peta hillshade yang diwarnai (tinting) juga lebih indah, berkesan seni, dan lebih membantu dalam proses interpretasi kenampakan topografis. Selain penggunaan perbedaan elevasi sebagai dasar pewarnaan, kita juga bisa menggunakan informasi spektral dari citra satelit untuk memberi warna pada peta hillshade. Penggunaan citra satelit sebagai dasar pewarnaan akan lebih menggambarkan bentuk kenampakan penutup lahan di atas hillshade, sehingga dapat memperkaya informasi.




Hillshade tinting berbasis citra satelit sebenarnya dapat dilakukan di banyak software pengolahan citra dan SIG, tapi untuk kasus ER MAPPER, ada beberapa kelebihan dibanding software yang lain. Kelebihan itu antara lain keleluasaan dalam mengatur sudut ketinggian matahari (elevation angle) dan sudut arah datang matahari (azimuth angle) dari hillshade. Selain itu, proses penggabungan warna di ER Mapper menggunakan pendekatan intensity injection/image fusion/pan sharpening, bukan berbasis transparansi layer, sehingga efek blending-nya lebih nyata.  

Tutorial lebih lengkap :



Link Download di SINI

Tuesday, February 18, 2014

TUTORIAL ORTHOREKTIFIKASI CITRA SATELIT RESOLUSI SEDANG (CITRA ASTER)

Orthorektifikasi adalah proses koreksi geometrik citra satelit atau foto udara untuk memperbaiki kesalahan geometrik citra yang bersumber dari pengaruh topografi, geometri sensor dan kesalahan lainnya. Hasil dari orthorektifikasi adalah citra tegak (planar) yang mempunyai skala seragam di seluruh bagian citra. Orthorektifikasi sangat penting untuk dilakukan apabila citra akan digunakan untuk memetakan dan mengekstrak informasi dimensi, seperti lokasi, jarak, panjang, luasan, dan volume.

Citra tegak merupakan citra) yang telah dikoreksi segala kesalahan geometriknya, sebagai akibat dari mekanisme perekaman citra. Kesalahan geometrik citra dapat berasal dari sumber internal satelit dan sensor (sensor miring/off nadir) ataupun sumber eksternal, yang dalam hal ini adalah topografi permukaan bumi. Perekaman off nadir dan perbedaan ketinggian berbagai obyek di permukaan bumi menyebabkan adanya kesalahan citra yang disebut relief displacement. Relief displacement sendiri dapat didefinisikan sebagai pergeseran posisi obyek dari tempat seharusnya, yang disebabkan oleh ketinggian obyek dan kemiringan sensor citra



Tutorial lebih lanjut silahkan download di SINI 

Monday, February 10, 2014

Membuat SDE Geodatabase Menggunakan Microsoft SQL Server Express 2012 pada ArcGIS 10.2

Membuat SDE geodatabase memiliki banyak keuntungan dibanding hanya menggunakan file geodatabase atau personal geodatabase. SDE geodatabase memungkinkan kita untuk melakukan multi user editing alias editing data spasial pada waktu yang bersamaan oleh banyak user (baik melalui desktop client/arcmap maupun web client/arcgis viewer for flex/javascript/silverlight). Untuk membuat SDE geodatabase, kita memerlukan DBMS (database management system). Pilihan yang tersedia antara lain Microsoft SQL Server, PostGreSQL, informix, oracle, dan beberapa lainnya.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan instalasi SDE geodatabase menggunakan Microsoft SQL Server 2012 Express dan ArcGIS 10.2 .

Untuk lebih memahami konsep database server and client, idealnya percobaan ini dilakukan menggunakan dua komputer yang terhubung melalui jaringan. Satu komputer bertindak sebagai server, dan yang lain sebagai client. Tapi ini tidak harus, dengan satu komputer pun sudah bisa. Namun dalam percobaan ini saya menggunakan dua komputer. Satu komputer sebagai server dengan alamat IP 10.10.1.125 dan satu komputer lagi sebagai client.

Important Notes!!!!
Matikan semua firewall dan proxy baik di komputer client maupun server untuk memudahkan pembelajaran. Atau kalau anda mahir melakukan firewall blocking exception lakukan unblocking port 1433 (port default SQL Server) agar client bisa mengakses server.  


A. DOWNLOAD MICROSOFT SQL SERVER 2012 EXPRESS dan ArcGIS 10.2 

1. Untuk ArcGIS 10.2, silahkan download versi trial dari situs ESRI . Anda harus membuat akun terlebih dulu, cara instalasi ArcGIS tidak dibahas disini karena sudah banyak postingan blog yang menjelaskan tentang itu. Selain itu caranya sendiri juga relatif gampang.

2. Install ArcGIS 10.2 di komputer Client. 

3. Download  SQLEXPRWT_x64_ENU.exe dari situs Microsoft. Kemudian simpan di komputer server (10.10.1.125) dan komputer client.  Jika Server anda menggunakan windows 32 bit, download installer yang versi 32 bit. 



B. SET UP MICROSOFT SQL SERVER 2012 EXPRESS DI KOMPUTER SERVER

1. Klik 2x SQL Server installer yang anda download, tunggu ekstraksi sampai selesai.

2. Dari menu instalasi utama, pilih New SQL Server stand-alone installation untuk membuat database instance yang baru. 


3. Accept the license terms, kemudian klik next

4. Di menu pilihan apakah akan memasukkan update, uncheck include SQL Server product updates   Update bisa dilakukan nanti.


5. Di pilihan Feature Options,  cek pilihan Database Engine Services dan Management Tools - Basic . Pilihan Direktori biarkan default. Contoh lihat gambar di bawah. Klik Next



6. Di Menu Instance Configuration Dialog, di Instance Name isi dengan "SDEDB" atau nama lain terserah anda. Instance ID biarkan sama dengan nama instance. klik Next.


7. Di menu ini biarkan saja seperti default, klik Next.



8. Di Menu Database Engine Configuration, Server Configuration, pilih Mixed Mode agar anda bisa melakukan koneksi baik via database maupun via windows account. Masukkan password untuk "sa" account. Akun ini merupakan akun super administrator dari database. Akun ini memiliki peranan penting apabila anda ingin mengelola database menggunakan SQL Server Management Studio dan ArcCatalog. Buat password complex (kombinasi karakter, huruf, kapital,angka) untuk akun "sa". Klik Next, tunggu sampai instalasi selesai.



9. Tahap berikutnya adalah mengatur agar client nanti bisa mengakses database yang disimpan dalam server. Buka SQL Server Configuration Manager dari Start Menu/All Programs/Microsoft SQL Server 2012/SQL Server Configuration Manager. Lakukan Enabling TCP/IP di menu SQL Server Network Configuration, seperti gambar di bawah.



10. Jalankan juga SQL Server Browser, dengan cara klik kanan, pilih Start. Kemudian lakukan restart SQL Server dengan cara klik kanan SQL Server (SDEDB) pilih restart,




11. Demikian proses instalasi SQL Server untuk komputer server.




C. SETUP MICROSOFT SQL SERVER 2012 EXPRESS DI KOMPUTER CLIENT

1. Setup SQL Server di client diperlukan untuk memastikan komputer client dan software client mempunyai library yang cukup untuk mengakses database di server. Biasanya kalau ada perbedaan versi antara client dan server, koneksi tidak bia dilakukan.

2. Ulangi langkah 1 sampai 4 di bagian B diatas di komputer client.

3. Di pilihan Feature Options,  cek pilihan Client Tools Connectivity, Client Tools Backward Connectivity, SQL Client Connectivity SDK  dan Management Tools - Basic . Pilihan Direktori biarkan default. Contoh lihat gambar di bawah. Klik Next


4. Lanjutkan klik Next Sampai Instalasi selesai.


D. MEMBUAT SDE GEODATABASE

Tahap berikutnya kita akan mencoba membuat SDE Geodatabase dari Komputer Client

1. Buka ArcCatalog 10.2

2. Buka ArcToolBox>Data Management Tools>Geodatabase Administration>Create Enterprise Geodatabase Tool

3. Di Menu Database Platfrom pilih SQL Server, di menu Instance masukkan nama komputer server atau IP dari komputer server backslash SDEDB (lihat gambar).  Di pilihan Database, masukkan nama database yang akan dibuat, di menu database administrator, masukkan password akun "sa" yang tadi dibuat di langkah B.8 . centang pilihan SDE Owned Schema. Di Geodatabase Administrator Password, isikan password untuk geodatabase yang akan dibuat. kemudian masukkan lokasi authorization file dari ArcGIS Server 10.2. Klik OK, SDE database akan dibuat.



4. Demikian proses membuat SDE Geodatabase.



E. KONEKSI SDE GEODATABASE

1. Dari menu Catalog Tree di ArcCatalog, expand pilihan Database Connection kemudian pilih Add Database Connection.



2. Di pilihan Database Platform pilih SQL Server, di menu instance ketikkan nama server\sdedb atau IP address\sdedb. Kemudian di pilihan authentication pilih database authentication, masukkan user name "sde" dan masukkan password yang dibuat di Geodatabase Administrator Password di langkah D.3. ArcCatalog akan melakukan koneksi, apabila koneksi berhasil, list database dari instance SDEDB akan muncul di kolom database seperti gambar di bawah. Klik OK


3. Koneksi selesai dilakukan, anda dapat melanjutkan dengan membuat feature dataset, feature class dan fitur lain dari geodatabase, dengan kemampuan multiuser editing yang dapat diakses dari client manapun. Terlebih apabila server anda online. 

4. Contoh koneksi yang berhasil seperti gambar di bawah 




Semoga bermanfaat. :D