Monday, September 23, 2013

Mengekstrak data vektor GIS dari google maps menggunakan ArcScan


Sebenarnya ini tidak dibenarkan, tapi barangkali dapat bermanfaat dalam kondisi sangat terpaksa, dimana tidak ada peta dasar yang layak untuk wilayah kajian, tidak ada data free (misalnya open street map) di area kajian, dan tidak ada dana untuk pengadaan peta dasar (permasalahan klasik di Indonesia). Selain itu, ini sebenarnya juga (mungkin) melanggar Term Of Service/Use dari Google Map, dan juga melanggar UU No 4 Tahun 2011 dan PP turunannya terkait penggunaan peta dasar.

Trik ini menggunakan ArcScan, sebuah ekstensi untuk konversi raster data ke vektor data di ArcGIS.

Berikut ini step-nya

1. Download Data raster google maps wilayah kajian yang sudah tergeoreferensi/mempunyai world file/projection file (tfw,jgw,bmpw,pgw,prj). Silahkan cari tahu caranya di internet.

2. Buka data raster google maps di ArcMap secara terpisah per band (rgb)-nya.



3. Perhatikan baik - baik kenampakan yang akan ekstrak pada masing-masing band, pastikan nilai pikselnya berbeda dengan obyek lain. Hal ini penting agar nanti proses editing hasil ekstraksinya tidak terlalu kompleks. Untuk Contoh saya akan mengekstraksi data jalan, dan band yang paling bisa membedakan informasi jalan dari raster Google Map adalah band 1


4. Atur di symbology agar data raster google maps hanya menampilkan obyek yang akan diekstrak, selebihnya menjadi background (dua nilai kecerahan). Anda dapat menggunakan mode symbology Classified atau Unique Values




5. Aktifkan ArcScan

6. Bikin Data spasial baru (feature class/shapefile). Data bisa polyline atau polygon, tergantung obyek yang akan diekstrak. 

7. Start Editing data spasial/layer tersebut.  

8. Di menu ArcScan, klik Menu Vectorization kemudian Generate Features. Atur parameter yang diinginkan, klik OK. Proses auto vectorization akan berjalan. 


9.  Hasil vectorization ditampilkan di ArcMap, biasanya ada kenampakan tambahan yang ikut tervektorisasi, lakukan editing lebih lanjut untuk menghapus features yang tidak diinginkan. 




Semoga Bermanfaat. 



Friday, September 6, 2013

Download data OSM Menggunakan Hot Exports

melanjutkan postingan sebelumnya tentang download OSM data di sini ,

ada cara lain yang lebih interaktif untuk mengunduh data OSM, yaitu menggunakan situs Hot Export OSM.

dengan hot export, download data dapat lebih mudah karena kita bisa memilih area yang akan di-download, sehingga ukuran file yang didownload dapat menjadi lebih kecil.

Cara pengunduhan sebagai berikut :

1. Buka situs Hot Export OSM (export.hotosm.org), kemudian bikin akun baru.

2. Setelah akun terkonfirmasi, kembali ke halaman utama, login,  lalu klik new job .



3. Muncul menu New Export Job, zoom ke wilayah yang akan didownload, kemudian klik Select Area, kemudian buat kotak Area of interest di Peta. Kemudian Klik Save.


4. Muncul Menu Export Configuration, pilih salah satu dari preset file yang ada, misalnya buildings.xml, lalu klik Save.



5.  Muncul Jendela baru yang menyebutkan bahwa Job has been created. Tunggu beberapa saat, situs akan menyiapkan data untuk didownload, bila dirasa terlalu lama dan belum muncul, klik tombol start new run.


6. Link download data sudah siap, klik format yang diinginkan, misalnya esri shapefile. Data akan diunduh dalam format ZIP, untuk menggunakan tinggal di extract menggunakan winzip, winrar, atau 7zip yang freeware.


7. Data hasil download ditampilkan di ArcGIS




UPDATE!!!!!!! 4 Mei 2014


Selain Hot Export, anda bisa juga menggunakan WeoGeo Market untuk mengunduh data OSM. Caranya hampir mirip dengan hotexport, hanya link download dikirim lewat email.