Sunday, October 21, 2012

PLUGIN OFFLINE EDITING DI QUANTUM GIS SEBAGAI ALTERNATIF DARI ARCPAD




Bagi anda yang sering melakukan pekerjaan updating data spasial di lapangan dan pernah menggunakan ArcPad untuk pekerjaan tersebut, pasti sangat merasakan sekali manfaat fasilitas offline editing dan synchronization dari ArcPad ke ArcGIS desktop.

Di Quantum GIS, hal yang sama juga dapat dilakukan menggunakan Plugin Offline Editing.  Sebagai mana kita tahu, Quantum GIS juga dikembangkan untuk sistem operasi Android, sehingga updating data spasial di lapangan dapat dilakukan menggunakan gadget Android baik tablet PC maupun Handphone.

Cara kerja Plugin Offline Editing adalah sebagai berikut :

1.     Data yang akan diupdate dikonversi menjadi file spatialite database (Offline Editing Menu > Convert to Offline Project)
2.       File hasil konversi dibawa ke lapangan lalu diolah menggunakan Quantum GIS Android
3.       File hasil pengolahan lapangan dibuka kembali di Quantum GIS Desktop lalu dilakukan synchronization (Offline Editing Menu>Synchronize)

Plugin Offline Editing dapat diperoleh dari Plugin Repository resmi Quantum GIS (Menu Plugins>Fetch Phyton Plugins). Note : Komputer Harus Online.

Semoga Bermanfaat :D

Saturday, October 20, 2012

Membuat WebGIS menggunakan ArcGIS Server, ArcGIS Viewer for Flex, dan Flexviewer Application Builder

Berikut ini saya share tutorial pembuatan WebGIS menggunakan ArcGIS Server, ArcGIS Viewer for Flex dan FlexViewer Application Builder.

WebGIS-nya sendiri relatif mudah untuk dibuat oleh siapapun, bahkan tanpa memerlukan keahlian programming web.

Tutorial bisa dilihat/diunduh dari alamat ini.

Selamat mencoba

Saturday, October 13, 2012

Spatialite Sebagai Alternatif Personal/File Geodatabase

Spatialite adalah sebuah ekstensi dari SQLite DBMS yang memungkinkan database SQLite menyimpan dan mengelola data spasial (Database spasial). Berbeda dengan PostGRE SQL/POSTGIS, SQLLite/Spatialite tidak dikembangkan dalam arsitektur Client-Server Database. Jadi file database bersifat kompak seperti database Microsoft Access (mdb) atau ESRI File Geodatabase (gdb). 

Database ini cukup ringan dan sangat optimal untuk penyimpanan dan diseminasi data spasial yang ukurannya tidak terlalu besar, dan bisa menjadi alternatif untuk ESRI personal/file geodatabase, walaupun fitur yang ada tidak selengkap geodatabase. 

Beberapa client software yang sudah mendukung SQLite/Spatialite antara lain QuantumGIS, dan MAPNIK. 

Versi GUI dari Spatialite dapat diunduh dari alamat ini. Aplikasi ini dapat mengimport data Shapefile (shp) untuk dimasukkan ke dalam database SQlite, yang nanti dapat dipanggil dalam client software seperti Quantum GIS desktop dan Quantum GIS Client, atau dihosting online sebagai WMS menggunakan Quantum GIS Server. 



Contoh koneksi dan pemanggilan data lewat Quantum GIS Desktop



Silahkan dicoba

*note : ketika meng-import shapefile, spatialite akan meminta parameter SRID, SRID adalah kode epsg dari sistem koordinat data anda. Jika SRID salah, proses import akan gagal. 


Spatialite GUI juga telah dikembangkan sebagai plugin di dalam Quantum GIS, sehingga proses import dan export data menjadi lebih mudah.

untuk menggunakannya langkah - langkahnya adalah sebagai berikut (komputer harus tersambung internet):

1. Buka Quantum GIS, kemudian dari menu Plugins pilih Fetch Phyton Plugin
2. QGIS akan mendownload repository terbaru dari Server QGIS, cari dan pilih QSpatialite Plugins, lalu klik install
3. Selesai. Plugins dapat diakses dari Menu Database>Spatialite.




UPDATE 23 Maret 2016

Saya membuat video tutorial di youtube untuk membuat spatialite database. Well sejak versi 2.0 implementasi spatialite di QGIS sudah banyak berubah, spatialite sekarang telah menjadi bagian integral dari format data yang didukung QGIS. 

 

Friday, October 12, 2012

Instalasi Quantum GIS Server di Windows 7

Beberapa hari ini saya sedang tertarik mempelajari Quantum GIS. Pertama, karena ada undangan mengajar di daerah (pengen ngajarin pake software yang halal saja :D #ifyouknowwhatImean ), dan kedua, karena tertarik dengan koneksi database spasialnya. 

Quantum GIS terdiri dari 3 paket perangkat, Desktop, Server, dan Client, yang mengingatkan saya pada keluarga ESRI ArcGIS. Dari sini muncul pemikiran apakah Quantum GIS Desktop dan Server mempunyai kapabilitas yang sama seperti halnya ArcGIS Desktop dan ArcGIS Server. Dalam artian, kita bikin petanya pake software desktopnya, kemudian di Hosting agar bisa dipanggil lewat web pake Servernya. Dan ternyata bisa!. Lihat link ini untuk keterangan lebih lanjut. 

Oke dari sini muncul keinginan untuk mempelajari lebih lanjut Quantum GIS Server (yg desktop sudah lumayan bisa hehehe). Ternyata nginstallnya gampang - gampang susah. Berikut ini akan saya share pengalaman nginstal Quantum GIS Server di Windows 7. 

Sebelumnya, Quantum GIS desktop terbaru (1.8.0 lisboa) harus sudah terinstall lebih dahulu, karena ada beberapa librarynya yang akan kita butuhkan. Cara installnya silahkan dicari di google. 


1. Download OSGEO4W Web Installer dari sini.

2. Run file EXE hasil downloadnya, kemudian muncul menu pertama,  Pilih Advanced Install. 






3. Pilihan kedua pilih. Install from Internet (kalau mau nginstall online, bisa juga didownload dulu, nginstallnya nanti/ambil pilihan ke 2, terus nanti pas mau diinstall pake pilihan ke 3). 





4. Pilihan berikutnya, biarkan default seperti gambar, demikian pula untuk penyimpanan lokasi hasil download (bisa juga anda ganti terserah anda)





5. Pilihan berikutnya adalah seting internet, pilih direct connection untuk koneksi yang tidak dilindungi proxy. 




6. Instaler akan mendownload list repository QGIS, kemudian masuk ke menu pilihan paket instalasi, langsung ke Kelompok WEB, kemudian pilih qgis-Server, aplikasi lain yang dibutuhkan akan otomatis terselect juga. Klik Next. Installer akan mendownload semua file yang dibutuhkan. 





7. Instaler akan menginstall webserver Apache dan Quantum GIS Server. Setelah selesai, Jalankan Apache webservernya (jika ada konflik dengan webserver lain (apache lain atau IIS), ganti port-nya. 

8. Setelah Apache running, Coba jalankan GetCapabilities dari Quantum GIS Server WMS service dengan membuka link ini. http://localhost/qgis/qgis_mapserv.fcgi.exe?SERVICE=WMS&VERSION=1.3.0&REQUEST=GetCapabilities  

9. Kalau muncul respon XML seperti gambar di bawah, berarti Instalasi Sukses. :D




10. Tapi kalau munculnya message internal server error 500 seperti di bawah, berarti instalasi masih belum sukses :D







11. Sekarang, Copy seluruh file dll (dll saja) dari install dir quantum gis desktop (C:\Program Files\Quantum GIS Lisboa\bin) ke C:\OSGeo4W\apps\qgis\bin. Kalau ada yang sama, di skip saja. 

12. Buat satu folder baru di direktori C:\OSGeo4W\apps\qgis\bin\.  Namanya terserah, kemudian copy file qgis_mapserv.fcgi.exe dari folder C:\OSGeo4W\apps\qgis\bin\  ke folder baru. 

13. Restart Apachenya :D

14. Sekarang tes lagi dengan membuka link WMS get capabilities http://localhost/qgis/[newdir]/qgis_mapserv.fcgi.exe?SERVICE=WMS&VERSION=1.3.0&REQUEST=GetCapabilities  . Perhatikan ada tambahan [newdir] di link, newdir diganti dengan nama folder dari langkah 12. 

15. Seharusnya quantum GIS servernya sudah jalan. Dan untuk selanjutnya silahkan anda eksplorasi sendiri hehehe. 

16. Contoh pemanggilan WMS capabilities yang berhasil :D







Selamat mencoba, semoga bermanfaat :D

Thursday, October 4, 2012

Ekstraksi Lahan terbangun dari Citra Landsat menggunakan ArcGIS 10.1

Berikut ini saya postingkan tutorial ekstraksi lahan terbangun dari citra landsat menggunakan software ArcGIS 10.1.

Citra landsat tersedia secara gratis di GLOVIS, atau GLCF Ekstraksi menggunakan kombinasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan NDBI (Normalized Difference Buildup Index).

Metode ini memang bukan metode yang paling baik untuk mengekstraksi informasi lahan terbangun dari citra, tapi dengan effort yang lebih di setiap proses, bukan tidak mungkin bisa dihasilkan ekstraksi yang akurat. Kesuksesan akan sangat tergantung pada
1. Jenis citra
2. komposisi penutup lahan daerah liputan.
3. kualitas radiometrik citra
4. Pemilihan batas nilai NDVI dan NDBI untuk mengklasifikasikan obyek air, vegetasi, dan lahan terbangun.

Tutorial dapat dilihat/diunduh dari link ini

 Referensi :

 Gao,J., Ni, S.,2003, Use of normalized difference built-up index in automatically mapping urban areas from TM imagery, International Journal of Remote Sensing. vol. 24, No. 3, 583–594