Tuesday, December 4, 2012

PENGGUNAAN ITERASI/LOOPING UNTUK GEOPROCESSING YANG LEBIH EFEKTIF DAN EFISIEN


Ada contoh kasus, Katakanlah anda diharuskan memotong/clipping seluruh data yang tersimpan dalam sebuah geodatabase. Anda bisa saja melakukan proses clipping satu per satu menggunakan tool Clip di ArcToolbox, tapi jelas cara ini memerlukan waktu yang tidak sedikit. Ada cara lain, yaitu menggunakan batch command (di ArcToolbox klik kanan nama tool yang akan dipakai , lalu pilih batch), cara ini relatif lebih cepat, tapi memerlukan tahapan penspesifikasian parameter batching yang tentunya memerlukan waktu juga (tergantung jumlah data).

Di ArcGIS 10, terdapat fungsionalitas yang disebut iteration/looping. Dokumentasinya dapat dilihat di webhelp ArcGIS dengan alamat ini. . Implementasi iteration dilakukan di model builder, sebagai contoh lihat diagram model tool Clip Workspace di bawah ini.


Tool clip Workspace (diunduh dari alamat ini) merupakan sebuah modelbuilder based tool yang fungsi utamanya adalah kemampuan melakukan clipping pada level workspace/feature dataset/folder. Dengan tool ini seluruh layer/feature class dalam sebuah geodatabase atau feature dataset dapat di clip dengan hanya 3 kali klik tanpa harus melakukan penspesifikasian parameter clipping seperti ketika menggunakan batch clip. Kuncinya adalah di penggunaan fungsi iteration (dalam hal ini yang dipakai adalah iteration feature class). Fungsi iteration yang disediakan ArcGIS banyak sekali (merujuk ke source ini). 

Berikut ini adalah diagram sebuah tool yang saya buat menggunakan model Clip Workspace sebagai template. Tool ini dapat melakukan reproject sistem koordinat di level feature dataset, lalu mengeksport hasilnya ke dalam format shapefile. Anda dapat berkreasi membuat tool2 sendiri menggunakan model builder dan iteration function.



Tool diatas dapat diunduh di sini. Untuk menggunakannya dari ArcToolBox klik kanan> pilih add toolbox. 

semoga bermanfaat :D

Wednesday, November 7, 2012

instalasi dan konfigurasi LizMap Web Client di Windows 7

Lizmap adalah sebuah web client yang didedikasikan untuk menampilkan peta yang dibuat menggunakan Quantum GIS via Website, selain Quantum GIS Web Client yang merupakan webclient resmi dari Quantum GIS.

Kelebihan Lizmap yang utama antara lain , kemampuan untuk mengelola banyak  proyek peta dalam satu atau lebih repository.  repository ini bisa diatur hak akses-nya melalui sebuah aplikasi backend Administrator (pendekatan Content Management System). Lizmap dikembangkan menggunakan standar HTML/CSS/PHP yang fungsionalitasnya bisa diperluas dari kondisi default. Lizmap juga mendukung caching sehingga proses penampilan peta dapat lebih cepat.

Lebih lanjut tentang Lizmap beserta demo web-nya dapat dilihat di alamat ini.

Berikut akan saya share urutan langkah instalasi dan konfigurasi Lizmap di Windows 7.

1. Unduh OSGeo Web Installer (lihat postingan ini untuk cara mengunduh dan menggunakan OSGeo Web Installer).

2. Install QGIS full, QGIS Server dan FCGI, untuk lebih detilnya silahkan lihat postingan blog ini (gunakan google translate di google chrome untuk mentranslasikan bahasa).

3. Install juga LizMap Web Client dari link di langkah 2.

4. Untuk konfigurasi repository dan percobaan pembuatan peta dengan demo data dari Lizmap, lihat link ini.

5. Untuk membuat peta kita sendiri, yang pertama kita memerlukan quantum gis desktop dan Lizmap plugins, install Lizmap plugins di quantum gis desktop dari menu Plugins>fetch phyton plugins, cari Lizmap plugins, kemudian install. Lizmap plugins dapat diakses dari Menu Web>Lizmap.

6. Buat peta di QGIS desktop, kemudian simpan file projectnya (ekstensi qgs) beserta datanya dalam sebuah folder. Jika di webGIS nanti direncanakan akan menggunakan baselayer dari Google atau OSM, maka di menu Project Settings (Menu Settings>Project Properties) harus diaktifkan On the fly projection (lihat gambar di bawah).


Setelah itu di Tab OWS Server juga perlu diaktifkan Coordinate system restriction, dan masukkan Kode EPSG dari proyeksi Google Mercator (EPSG:900913) yang digunakan Google maps sebagai salah satu input (lihat gambar di bawah). 



7. Simpan Project, kemudian buka Lizmap Plugins (Menu Web>Lizmap). Menu yang pertama muncul adalah menu layer. Disini diatur bagaimana layer ditampilkan, mana layer yang akan dijadikan sebagai base layer, mana yang akan mendukung caching, keluaran format, skema tiling dan lain - lain.


Tab Map berisi tentang seting peta dalam web map nanti, ada berapa zooming level, berapa skala minimum dan maksimum, apakah akan menggunakan google dan OSM services sebagai base layer atau tidak, dan lain - lain. 

Tab FTP merupakan seting untuk FTP, jika anda menginginkan data yang ada di repository dapat diunduh via FTP maka, konfigurasikan parameter FTP ini, meliputi URL server, user dan password, remote directory, local directory, dan path ke aplikasi winscp. Contoh seting seperti gambar di bawah. 


8. Setelah selesai, klik Save and Synchronize, di dalam folder project akan bertambah satu file dengan ekstensi cfg. 

9. Copy folder project (termasuk data dan file cfg ke lokasi folder default repository dari Lizmap (C:\OSGeo4W\apache\htdocs\lizmap-web-client\2.2.0\lizmap\install). 

10. Buat repository dan map project baru mengikuti langkah2 pada link di Point 4. 

Contoh hasil seperti gambar di bawah ini.  



Semoga bermanfaat :D

Sunday, October 21, 2012

PLUGIN OFFLINE EDITING DI QUANTUM GIS SEBAGAI ALTERNATIF DARI ARCPAD




Bagi anda yang sering melakukan pekerjaan updating data spasial di lapangan dan pernah menggunakan ArcPad untuk pekerjaan tersebut, pasti sangat merasakan sekali manfaat fasilitas offline editing dan synchronization dari ArcPad ke ArcGIS desktop.

Di Quantum GIS, hal yang sama juga dapat dilakukan menggunakan Plugin Offline Editing.  Sebagai mana kita tahu, Quantum GIS juga dikembangkan untuk sistem operasi Android, sehingga updating data spasial di lapangan dapat dilakukan menggunakan gadget Android baik tablet PC maupun Handphone.

Cara kerja Plugin Offline Editing adalah sebagai berikut :

1.     Data yang akan diupdate dikonversi menjadi file spatialite database (Offline Editing Menu > Convert to Offline Project)
2.       File hasil konversi dibawa ke lapangan lalu diolah menggunakan Quantum GIS Android
3.       File hasil pengolahan lapangan dibuka kembali di Quantum GIS Desktop lalu dilakukan synchronization (Offline Editing Menu>Synchronize)

Plugin Offline Editing dapat diperoleh dari Plugin Repository resmi Quantum GIS (Menu Plugins>Fetch Phyton Plugins). Note : Komputer Harus Online.

Semoga Bermanfaat :D

Saturday, October 20, 2012

Membuat WebGIS menggunakan ArcGIS Server, ArcGIS Viewer for Flex, dan Flexviewer Application Builder

Berikut ini saya share tutorial pembuatan WebGIS menggunakan ArcGIS Server, ArcGIS Viewer for Flex dan FlexViewer Application Builder.

WebGIS-nya sendiri relatif mudah untuk dibuat oleh siapapun, bahkan tanpa memerlukan keahlian programming web.

Tutorial bisa dilihat/diunduh dari alamat ini.

Selamat mencoba

Saturday, October 13, 2012

Spatialite Sebagai Alternatif Personal/File Geodatabase

Spatialite adalah sebuah ekstensi dari SQLite DBMS yang memungkinkan database SQLite menyimpan dan mengelola data spasial (Database spasial). Berbeda dengan PostGRE SQL/POSTGIS, SQLLite/Spatialite tidak dikembangkan dalam arsitektur Client-Server Database. Jadi file database bersifat kompak seperti database Microsoft Access (mdb) atau ESRI File Geodatabase (gdb). 

Database ini cukup ringan dan sangat optimal untuk penyimpanan dan diseminasi data spasial yang ukurannya tidak terlalu besar, dan bisa menjadi alternatif untuk ESRI personal/file geodatabase, walaupun fitur yang ada tidak selengkap geodatabase. 

Beberapa client software yang sudah mendukung SQLite/Spatialite antara lain QuantumGIS, dan MAPNIK. 

Versi GUI dari Spatialite dapat diunduh dari alamat ini. Aplikasi ini dapat mengimport data Shapefile (shp) untuk dimasukkan ke dalam database SQlite, yang nanti dapat dipanggil dalam client software seperti Quantum GIS desktop dan Quantum GIS Client, atau dihosting online sebagai WMS menggunakan Quantum GIS Server. 



Contoh koneksi dan pemanggilan data lewat Quantum GIS Desktop



Silahkan dicoba

*note : ketika meng-import shapefile, spatialite akan meminta parameter SRID, SRID adalah kode epsg dari sistem koordinat data anda. Jika SRID salah, proses import akan gagal. 


Spatialite GUI juga telah dikembangkan sebagai plugin di dalam Quantum GIS, sehingga proses import dan export data menjadi lebih mudah.

untuk menggunakannya langkah - langkahnya adalah sebagai berikut (komputer harus tersambung internet):

1. Buka Quantum GIS, kemudian dari menu Plugins pilih Fetch Phyton Plugin
2. QGIS akan mendownload repository terbaru dari Server QGIS, cari dan pilih QSpatialite Plugins, lalu klik install
3. Selesai. Plugins dapat diakses dari Menu Database>Spatialite.




UPDATE 23 Maret 2016

Saya membuat video tutorial di youtube untuk membuat spatialite database. Well sejak versi 2.0 implementasi spatialite di QGIS sudah banyak berubah, spatialite sekarang telah menjadi bagian integral dari format data yang didukung QGIS. 

 

Friday, October 12, 2012

Instalasi Quantum GIS Server di Windows 7

Beberapa hari ini saya sedang tertarik mempelajari Quantum GIS. Pertama, karena ada undangan mengajar di daerah (pengen ngajarin pake software yang halal saja :D #ifyouknowwhatImean ), dan kedua, karena tertarik dengan koneksi database spasialnya. 

Quantum GIS terdiri dari 3 paket perangkat, Desktop, Server, dan Client, yang mengingatkan saya pada keluarga ESRI ArcGIS. Dari sini muncul pemikiran apakah Quantum GIS Desktop dan Server mempunyai kapabilitas yang sama seperti halnya ArcGIS Desktop dan ArcGIS Server. Dalam artian, kita bikin petanya pake software desktopnya, kemudian di Hosting agar bisa dipanggil lewat web pake Servernya. Dan ternyata bisa!. Lihat link ini untuk keterangan lebih lanjut. 

Oke dari sini muncul keinginan untuk mempelajari lebih lanjut Quantum GIS Server (yg desktop sudah lumayan bisa hehehe). Ternyata nginstallnya gampang - gampang susah. Berikut ini akan saya share pengalaman nginstal Quantum GIS Server di Windows 7. 

Sebelumnya, Quantum GIS desktop terbaru (1.8.0 lisboa) harus sudah terinstall lebih dahulu, karena ada beberapa librarynya yang akan kita butuhkan. Cara installnya silahkan dicari di google. 


1. Download OSGEO4W Web Installer dari sini.

2. Run file EXE hasil downloadnya, kemudian muncul menu pertama,  Pilih Advanced Install. 






3. Pilihan kedua pilih. Install from Internet (kalau mau nginstall online, bisa juga didownload dulu, nginstallnya nanti/ambil pilihan ke 2, terus nanti pas mau diinstall pake pilihan ke 3). 





4. Pilihan berikutnya, biarkan default seperti gambar, demikian pula untuk penyimpanan lokasi hasil download (bisa juga anda ganti terserah anda)





5. Pilihan berikutnya adalah seting internet, pilih direct connection untuk koneksi yang tidak dilindungi proxy. 




6. Instaler akan mendownload list repository QGIS, kemudian masuk ke menu pilihan paket instalasi, langsung ke Kelompok WEB, kemudian pilih qgis-Server, aplikasi lain yang dibutuhkan akan otomatis terselect juga. Klik Next. Installer akan mendownload semua file yang dibutuhkan. 





7. Instaler akan menginstall webserver Apache dan Quantum GIS Server. Setelah selesai, Jalankan Apache webservernya (jika ada konflik dengan webserver lain (apache lain atau IIS), ganti port-nya. 

8. Setelah Apache running, Coba jalankan GetCapabilities dari Quantum GIS Server WMS service dengan membuka link ini. http://localhost/qgis/qgis_mapserv.fcgi.exe?SERVICE=WMS&VERSION=1.3.0&REQUEST=GetCapabilities  

9. Kalau muncul respon XML seperti gambar di bawah, berarti Instalasi Sukses. :D




10. Tapi kalau munculnya message internal server error 500 seperti di bawah, berarti instalasi masih belum sukses :D







11. Sekarang, Copy seluruh file dll (dll saja) dari install dir quantum gis desktop (C:\Program Files\Quantum GIS Lisboa\bin) ke C:\OSGeo4W\apps\qgis\bin. Kalau ada yang sama, di skip saja. 

12. Buat satu folder baru di direktori C:\OSGeo4W\apps\qgis\bin\.  Namanya terserah, kemudian copy file qgis_mapserv.fcgi.exe dari folder C:\OSGeo4W\apps\qgis\bin\  ke folder baru. 

13. Restart Apachenya :D

14. Sekarang tes lagi dengan membuka link WMS get capabilities http://localhost/qgis/[newdir]/qgis_mapserv.fcgi.exe?SERVICE=WMS&VERSION=1.3.0&REQUEST=GetCapabilities  . Perhatikan ada tambahan [newdir] di link, newdir diganti dengan nama folder dari langkah 12. 

15. Seharusnya quantum GIS servernya sudah jalan. Dan untuk selanjutnya silahkan anda eksplorasi sendiri hehehe. 

16. Contoh pemanggilan WMS capabilities yang berhasil :D







Selamat mencoba, semoga bermanfaat :D

Thursday, October 4, 2012

Ekstraksi Lahan terbangun dari Citra Landsat menggunakan ArcGIS 10.1

Berikut ini saya postingkan tutorial ekstraksi lahan terbangun dari citra landsat menggunakan software ArcGIS 10.1.

Citra landsat tersedia secara gratis di GLOVIS, atau GLCF Ekstraksi menggunakan kombinasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan NDBI (Normalized Difference Buildup Index).

Metode ini memang bukan metode yang paling baik untuk mengekstraksi informasi lahan terbangun dari citra, tapi dengan effort yang lebih di setiap proses, bukan tidak mungkin bisa dihasilkan ekstraksi yang akurat. Kesuksesan akan sangat tergantung pada
1. Jenis citra
2. komposisi penutup lahan daerah liputan.
3. kualitas radiometrik citra
4. Pemilihan batas nilai NDVI dan NDBI untuk mengklasifikasikan obyek air, vegetasi, dan lahan terbangun.

Tutorial dapat dilihat/diunduh dari link ini

 Referensi :

 Gao,J., Ni, S.,2003, Use of normalized difference built-up index in automatically mapping urban areas from TM imagery, International Journal of Remote Sensing. vol. 24, No. 3, 583–594

Friday, March 30, 2012

penggunaan teknik pan sharpening di arcgis untuk membuat peta hillshading yang lebih baik

Pembuatan Peta gabungan hillshading dan elevation tint kebanyakan menggunakan teknik transparansi layer. Teknik ini walaupun bisa menghasilkan peta blending hillshade dan elevation tint yang bagus, tapi dalam kebanyakan kasus warna dari peta elevation tint-nya terpengaruh gradasi keabuan dari layer hillshading. Dengan menggunakan teknik pan sharpening di arcgis, maka kelemahan dari penggunaan transparansi layer akan dapat diperbaiki. Berikut ini caranya.

1. Siapkan sebuah file DEM. lalu load di ArcGIS

2. Buat hillshading layer dari DEM tersebut memakai tool hillshade creation di ArcToolBox, lokasinya di ArcToolbox>3D Analyst>Raster Surface>Hillshade.

3. Buat layer warna dari DEM, sebelumnya aplikasikan dulu color ramp yang dikehendaki dari DEM di DEM layer properties>symbology>color ramp

4. Buat color layer (RGB) dari DEM yang sudah diatur symbology nya dengan cara klik kanan nama DEM layer>Export Data>pilih lokasi penyimpanan, pilih format, pilih sistem proyeksi, trus centang pilihan "use renderer" dan "force rgb"

5. Klik Kanan color layer yang dibuat, klik kanan>properties>symbology>pan sharpening>pilih hillshade layer sebagai layer penajam, pilih algoritma pan sharpening yang diinginkan (bisa IHS, brovey, ESRI, atau simple mean).

6. Selesai

Berikut ini adalah contoh perbandingan antara penggunaan transparansi layer dan metode pan-sharpening

1. Penggunaan Transparant layer



2. Penggunaan Pan-Sharpening Method



Inspiration from : http://www.esri.com/news/arcwatch/0312/learn-a-new-method-for-displaying-hillshades-and-elevation-tints.html

Friday, March 2, 2012

Tutorial Pemrosesan Citra Digital Dasar Untuk Pemetaan Geomorfologi Menggunakan ArcGIS

Pada tahun 2010, saya pernah diminta untuk membantu di almamater saya untuk mengajar di sebuah pelatihan tentang geomorfologi. Disitu saya memberi materi mengenai pemrosesan citra dijital untuk mendukung pemetaan geomorfologi.

Tutorial ini berisi cara download citra landsat dari portal GLCF, pemrosesan citra digital untuk aplikasi geomorfologi menggunakan software ESRI ArcGIS 9.3 (ketika tutorial ini dibuat, arcgis 10 belum rilis).

Jika dari anda ada yang membutuhkan data2 contoh yang digunakan dalam tutorial ini, mohon hubungi saya, nanti akan saya uploadkan.

Tutorial dapat diunduh dari alamat ini.

 

Semoga dapat berguna, masukan, kritik, diskusi, dengan senang hati sangat diterima :D

Thursday, March 1, 2012

Tutorial Penggunaan INA-Geoportal (bagian 1)

INA-Geoportal merupakan wujud operasionalisasi ISDN (infrastruktur data spasial nasional) dalam bentuk web Aplikasi. Di portal ini gugus kerja dan pengguna data dan informasi geospasial dapat saling bertukar data dan informasi geospasial, mengetahui kekinian dan jenis data yang tersedia di setiap gugus kerja ISDN (K/L dan pemda), dan memanfaatkan secara bersama untuk berbagai kepentingan.

INA-Geoportal dapat diakses di alamat http://maps.ina-sdi.or.id.

Portal ini menawarkan banyak fungsi dan kemampuan. Pada kesempatan ini saya hendak berbagi tutorial penggunaan INA-Geoportal ini dalam bentuk slide power point yang sudah dikonvert menjadi file PDF, yang saya buat guna melengkapi laporan untuk atasan saya terkait Rakornas IG yang diadakan oleh BAKOSURTANAL/BIG beberapa hari yang lalu.

Tutorial dapat diunduh dari Google Docs Apps di sini.

Rencananya saya juga akan membuat bagian 2 dari tutorial ini yang membahas lebih mendalam terkait fitur - fitur yang ada pada INA-GeoPortal seperti custom symbol, geotagging, webmap sharing and embedding, dan custom webmap application. Namun sementara ini semoga bagian 1 ini dapat berguna.

Masukan, tambahan, dan diskusi, dengan senang hati akan sangat diterima :D